Jumat, 12 Desember 2014

Kumpulan Sajak Karya Tere Liye

Kumpulan Sajak Karya Tere Liye

Kumpulan Sajak Karya Tere Liye
Jumat, 12 Desember 2014

Jalanku Masih Panjang

Wahai perasaan
Kau buat pagiku jadi mendung, soreku jadi kelam
Kau buat siangku jadi gelap, dan malam semakin gulita
Kau buat beberapa menit lalu aku gembira,
untuk kemudian bersedih hati

Wahai perasaan
Kau buat aku berlari di tempat
Semakin berusaha berlari, kaki tetap tak melangkah
Kau buat aku berteriak dalam senyap
Kau buat aku menangis tanpa suara
Kau buat aku tergugu entah mau apalagi

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang gila
Mengunjungi sesuatu setiap saat, untuk memastikan sesuatu
Padahal buat apa?
Ingin tahu ini, itu, untuk kemudian kembali sedih
Padahal sungguh buat apa?

Wahai perasaan
Kau buat aku seperti orang bingung
Semua serba salah
Kau buat aku tidak selera makan, malas melakukan apapun
Memutar lagu itu2 saja,
Mencoret2 buku tanpa tujuan
Mudah lupa dan ceroboh sekali

Wahai perasaan
Cukup sudah
Kita selesaikan sekarang juga
Karena,
Jalanku masih panjang
Aku berhak atas petualangan yang lebih seru

Selamat tinggal
Jalanku sungguh masih panjang....


*SUNSET

Saat senja datang,
Apakah Bumi yang pergi meninggalkan
Atau Matahari yang mengucapkan selamat tinggal?

Saat purnama tinggi,
Apakah Bumi yang menatap rindu
Atau Rembulan yang menatap kangen?

Saat hujan turun,
Apakah awan yang berlarian tak sabar
Atau Bumi yang menyambut riang?

Entahlah.

Saat dua sahabat lama bertemu
Siapa yang menunggu, siapa yang datang
Jika dua-duanya berpelukan erat

Saat dua musuh berperang
Siapa yang memulai, siapa yang mengakhiri
Jika dua-duanya sama-sama binasa

Pun, saat sebuah hubungan terputus
Siapa yang pergi, siapa yang ditinggal
Jika dua-duanya sama2 terluka

Entahlah.

*Tere Liye



Sajak "Tak Mengenal"

Kita tidak akan mengenal cahaya
Jika tidak ada gelap
Tidak akan pernah ada definisi cahaya
Kita tidak akan memahami kenyang
Jika tidak pernah lapar
Tidak akan pernah ada definisi kenyang
Kita tidak akan pernah mengerti bahagia
Jika tidak ada rasa sakit
Tidak akan pernah ada definisi bahagia
Kita tidak akan pernah mengenal masa depan
Jika tidak ada masa lalu
Tidak akan pernah ada definisi masa depan
Jadi tidak mengapa
Dilewati saja sambil terus bertahan
Karena gelap, lapar, sakit hati, masa lalu adalah cara terbaik
Untuk memahami cahaya, kenyang, bahagia dan masa depan

Sajak Ketika Sakit Hati

Ketika orang miskin dan lemah sakit hati,
Mereka hanya terduduk menangis tidak berdaya.
Ketika orang2 kaya dan kuat sakit hati,
Mereka bisa menghancurkan seluruh sistem.Tapi jangan bersedih, karena ada sebuah rahasia kecil terbaik dalam sakit hati ini.
Yaitu ketika orang2 baik sakit hati, maka mereka akan menyiapkan rencana baru, mencari cara lain, semakin teguh berjuang, semakin tulus berusaha.
Kita selalu bisa memilih jenis yang mana.

Sajak Kau Boleh Pergi

Siang pasti digantikan malam
Sekeras apapun siang bertahan
Matahari pasti tumbang
Dan gelap menyelimuti
Siang pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Kelopak bunga mawar pasti rontok
Sekeras apapun dia ingin mekar lama
Pasti tiba masanya layu
Dan tangkai2 membisu
Bunga mawar pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Hujan pasti reda
Selama apapun dia hendak turun
Pasti tiba masanya habis
Dan menyisakan basah di halaman
Hujan pasti pergi
Dan sungguh kau boleh pergi

Maka
Apalagi urusan perasaan
Cinta bisa berganti benci
Percaya memudar berganti kusam ragu
Pun komitmen menipis berubah jadi lupa
Kau boleh pergi
Sungguh boleh.

Tapi aku akan tetap di sini
Meyakini bahwa
Besok pagi, malam pun akan berganti siang
Mawar baru akan merekah ulang
Dan hujan berikutnya pasti kan datang

Kau sungguh boleh pergi.

*Tere Liye

Sajak bicara cinta

Bicara cinta kepada orang yang terlanjur membenci
Maka seluruh pembicaraan kita dianggap kebencian semua

Bicara hal2 paling masuk akal pada orang yang terlanjur tidak rasional
Maka seluruh perkataan kita dianggap tidak masuk akal semua

Bicara penuh lapang dada dan lega kepada orang yang sumpek
Maka seluruh kalimat kita dianggap sumpek semua

Bicara kencang-kencang kepada orang yang tidak mau mendengarkan
Maka seluruh seruan kita dianggap angin lalu, radio bisu

Bicara kebenaran nyata kepada orang2 yang memiliki versi kebenaran sendiri
Maka seluruh pembicaraan kita dianggap dusta semua

Sungguh, menjelaskan kepada orang yang tidak mau menjelaskan
Sebaik apapun cara kita melakukannya
Selemah lembut apapun, penuh hikmah, trik apapun
Tetap akan mental, tidak akan berguna

Selalu begitu rumusnya
Maka jangan habiskan waktu
Fokuslah pada kebaikan, segera melesat maju

Mengatur-atur hati kita

Kalau kita tidak suka melihat sesuatu
Kita bisa menutup mata kita
Maka sesuatu itu tidak lagi terlihat

Kalau kita tidak mau mendengar sesuatu
Kita bisa menutup telinga kita
Maka sesuatu itu tidak akan terdengar lagi

Kalau kita malas berbicara dengan sesuatu
Kita bisa menyumpal mulut kita
Maka kita berhenti bicara dengannya

Kalau kita enggan pergi ke sebuah tempat
Kita bisa mengunci kaki kita
Maka kita tidak akan kemana2

Hampir seluruh indera kita, kemampuan fisik kita
Bisa kita kendalikan, kita atur-atur

Tapi ada satu yang tidak
Anugerah terhebat yang diberikan oleh Tuhan
Hati dan akal kita.

Ketika kita berontak ingin berhenti memikirkan sesuatu
Maka kita tidak bisa menyuruhnya berhenti begitu saja
Dia justeru terus terngiang, terus menyelimuti

Ketika kita merasa bersalah, berdosa, jahat
Pun sama, kita tidak bisa mengusirnya pergi secara spontan
Dia tetap menari-nari di hati dan akal kita

Maka sungguh beruntung orang2 yang paham
Yang selalu berdamai dengan isi hati dan akalnya
Yang selalu tenteram
Kebahagiaan dekat sekali dengannya.

*Tere Liye

Mencintai kehidupan

Jalanan adalah saksi bisu
Ketika berjuta orang berlalu lalang di atasnya
Dalam pengapnya siang
Dalam suramnya malam
Hujan, terik, mendung, berkabut
Menyaksikan apakah orang2 yang melewatinya
Berwajah bahagia atau tersiksa

Kursi, meja, kubikel adalah saksi bisu
Ketika berjuta orang duduk di sekitarnya
Dalam heningnya waktu
Dalam suara komputer yang samar
Pagi, siang, sore, malam
Kesibukan atau pura2 sibuk
Menyaksikan apakah orang2 yang ada di depannya
Berwajah bahagia atau terpaksa

Apakah kita mencintai pekerjaan kita?
Apakah kita bahagia menghabiskan waktu bersamanya?
Setiap hari seperti kaset rekaman sama
Diputar kembali, mulai dari jam yang sama persis
Hingga berakhir di jam yang sama lagi

Apakah kita mencintai profesi kita?
Apakah kita layak menghabiskan waktu untuknya?
Hari senin bertemu senin
Bulan januari bersua januari
Seperti siklus mesin
Bermula dan berakhir sama

Apakah kita mencintai pilihan hidup kita?
Apakah kita layak mengorbankan seluruh hidup ini untuknya?

Manusia adalah ciptaan Tuhan paling istimewa
Diberikan kemampuan memilih dan memutuskan
Bukan mesin berdesing tanpa bicara
Bukan hewan bertahan hidup dengan buas
Bukan benda mati teronggok bisu
Maka akan sungguh menakjubkan saat cinta itu hadir
Dalam setiap pilihan yang manusia tentukan

Apakah kita mencintai kehidupan kita?
Menjalaninya persis seperti anak kecil usia lima tahun?
Selalu riang dan bermain?
Kitalah yang tahu jawabannya.

*Tere Liye


SAJAK BUKANKAH, ATAU BUKANKAH

Bukankah,
Banyak yang berharap jawaban dari seseorang?
Yang sayangnya, yang diharapkan bahkan tidak mengerti apa pertanyaannya
“jadi, jawaban apa yang harus diberikan?”

Bukankah,
Banyak yang menanti penjelasan dari seseorang?
Yang sayangnya, yang dinanti bahkan tidak tahu harus menjelaskan apa
“aduh, penjelasan apa yang harus disampaikan?”

Bukankah,
Banyak yang menunggu, menunggu, dan terus menunggu seseorang
Yang sayangnya, hei, yang ditunggu bahkan sama sekali merasa tidak punya janji
“kau menungguku? Sejak kapan?”

Bukankah,
Banyak yang menambatkan harapan
Yang sayangnya seseorang itu bahkan belum membangun dermaga
“akan kau tambatkan di mana?”

Bukankah,
Banyak yang menatap dari kejauhan
Yang sayangnya, yang ditatap sibuk memperhatikan hal lain

Bukankah,
Banyak menulis puisi, sajak2, surat2, tulisan2
Yang sayangnya, seseorang dalam tulisan itu bahkan tidak tahu dia sedang jadi tokoh utama
Pun bagaimana akan membacanya

Aduhai, urusan perasaan, sejak dulu hingga kelak
Sungguh selalu menjadi bunga kehidupan
Ada yang mekar indah senantiasa terjaga
Ada yang layu sebelum waktunya
Maka semoga, bagian kita, tidak hanya mekar terjaga
Tapi juga berakhir bahagia

*Tere Liye


SAJAK "EMBUN & PERASAAN"

Kenapa embun itu indah,
Karena butir airnya tidak menetes
Sekali dia menetes, tidak ada lagi embun

Kenapa purnama itu elok,
Karena bulan balas menatap di angkasa
Sekali dia bergerak, tidak ada lagu purnama

Aduhai, mengapa sunset itu menakjubkan
Karena matahari menggelayut malas di kaki langit
Sekali dia melaju, hanya tersisa gelap dan debur ombak

Mengapa pagi itu menenteramkan dan dingin
Karena kabut mengambang di sekitar
Sekali dia menguap, tidak ada lagi pagi

Di dunia ini,
Duhai, ada banyak sekali momen-momen terbaik
Meski singkat, sekejap,
Yang jika belum terjadi langkah berikutnya
Maka dia akan selalu spesial

Sama dengan kehidupan kita, perasaan kita,
Menyimpan perasaan itu indah
Karena penuh misteri dan menduga
Sekali dia tersampaikan, tidak ada lagi menyimpan

Menunggu seseorang itu elok
Karena kita terus berdiri setia
Sekali dia datang, tidak ada lagi menunggu

Bersabar itu sungguh menakjubkan
Karena kita terus berharap dan berdoa
Sekali masanya tiba, tiada lain kecuali jawaban dan kepastian

Sungguh tidak akan keliru bagi orang2 yang paham
Wahai, tahukah kita kenapa embun itu indah?
Karena butir airnya tidak menetes,
Sekali dia menetes, tidak ada lagi embun.
Masa singkat yang begitu berharga
Kumpulan Sajak Karya Tere Liye
4/ 5
Oleh

Comments