Kata Kata Bijak Tere Liye
Jumat, 12 Desember 2014
Maka selalu berhati2-lah dalam urusan menginstall perasaan.
*Tere Liye
Ada dua jenis manusia di dunia ini: yang memberi dan yang menerima.
Dengarkanlah nasehat Rasul Allah, bahwa tangan di atas (yang memberi) lebih baik daripada tangan di bawah (yang menerima).
Maka, berhentilah berpikir gratisan itu asyik, keren, horeee, dsbgnya. Mulailah menjadi bagian orang2 yang memberi. Tidak punya uang, gunakan ilmu pengetahuan, tidak berilmu, gunakan waktu dan tenaga. Tidak punya waktu dan tenaga, gunakan doa-doa. Mulailah berpikir: memberi itu keren.
*Tere Liye
"Kita tidak akan pernah menemukan orang yang benar2 memahami kita, tahu kebiasaan kita, mengerti semua tentang kita. Impossible.
Tapi kita bisa menemukan orang yg sungguh2 bersedia memahami kita. Dan itu lbh dari cukup, sepanjang kita jg sungguh2 bersedia memahaminya."
*Tere Liye
**Tidak ada Bunda yang sempurna, Nak
Tidak ada Bunda yang sempurna, Nak
Ketika keluarga kita dilingkupi kecemasan, maka Bunda juga gemetar penuh keraguan,
tapi sungguh anakku, demi melihatmu, keraguan itu musnah bagai kabut disiram cahaya matahari pagi,
berganti keyakinan dan keteguhan.
Tidak ada Bunda yang sempurna, Nak
Ketika keluarga kita ditimpa musibah, maka Bunda juga menghela nafas, menangis,
tapi sungguh anakku, demi melihatmu, dia bergegas menyeka ujung matanya, mengusir semua sedih
berganti perasaan riang dan ketulusan.
Tidak ada Bunda yang sempurna, Nak
Ketika keluarga kita dirundung kekurangan, maka Bunda juga tertatih penuh beban.
tapi sungguh anakku, demi melihatmu, dia bergegas berdiri tangguh, berusaha tegar dengan sisa apapun
berganti semangat menyala terus berusaha
Tidak ada Bunda yang sempurna, Nak
Ketika keluarga kita dalam ketakutan, dalam pertengkaran, dalam kegagalan
dalam situasi itu semua, Bunda juga tergugu berharap sandaran dan pertolongan,
tapi sungguh anakku, kau memberikan semua energi tidak terkira itu
Tidak ada Bunda yang sempurna, Nak
Maka kuberitahukan sebuah rahasia kecil ini
Betapa malam-malam, saat kau sudah tertidur nyenyak,
Bunda bersimpuh dengan air mata, berdoa, berjanji,
Akan selalu menjadi Bunda terbaik bagimu.
Walau kita tidak pernah tahu itu.
*Tere Liye
Kita tidak jadi bijak atau baik karena orang lain menilai kita baik. Buat apa? Toh, kalaupun sejuta orang lain bilang baik, kitalah yang tahu persis seberapa baik hidup kita.
Cukup jadi diri sendiri. Jangan pusing dengan penilaian orang lain.
*Tere Liye
'Pintu hati' itu tidak seperti pintu bendungan, yang kapanpun aman dibuka tutup, tidak merembes. Dalam urusan perasaan, sekali pintu hati dibiarkan terbuka, maka susah payah menutupnya kembali, tetap merembes, bahkan lubang bocornya jebol dimana2, membahayakan seluruh bendungan.
Maka, jika kita belum siap, belum niat serius, maka jangan suka membuka tutup pintu hati. Dan tentu saja, jangan mau digombalin oleh orang yg terbiasa sekali membuka tutup pintu hatinya. Lah, pintu bendungan dunia nyata saja hanya dalam kondisi tertentu dibuka tutup.
--Tere Liye
Kenapa kita tidak diberikan Tuhan mobil keren? Boleh jadi karena, bisa naik angkot atau motor kemana2 kita tidak becus bersyukur Apalagi nanti dikasih mobil keren, malah tambah kurang ajar.
Kenapa kita tidak diberikan Tuhan pekerjaan bergaji tinggi? Boleh jadi karena, sudah punya pekerjaan tetap yang baik saja kita masih mengeluh. Apalagi nanti kalau sudah naik pangkat, tak berkurang keluhannya.
Kenapa kita gagal ini, gagal itu?
Boleh jadi karena, kita berhasil ini, berhasil itu selama ini tidak pernah berterimakasih. Apalagi nanti kalau berhasil semua, hanya menambah daftar panjang hitam tidak tahu terimakasih
*Tere Liye
Sayangi rasa sakit yang kita terima. Peluk dengan erat. Maka semoga rasa sakitnya berkurang.
Sungguh, apa2 yg kita tidak sukai, boleh jd itu amat baik bagi kita.
*Tere Liye
Orang yang mudah sekali menjelek2an, ketika giliran dia dijelek2an, maka dia justeru akan marah-semarahnya.
Orang yang mudah sekali melabeli, menuduh, ketika giliran dia dilabeli, dituduh, maka dia akan justeru akan mengamuk bukan main.
*nasehat ini adalah resep orang tua; berlaku hingga kapanpun. harap digunakan dengan dosis yang tepat. efek samping diluar tanggung-jawab.
*Tere Liye
Sakit hati itu temporer. Tapi pemahaman, pelajaran yg diperoleh bisa abadi.
Rasa bahagia, senang, itu pun temporer. Tapi rasa syukur atas semua hal itu bisa abadi.
*Tere Liye
Kita harus tahu, "cinta" itu sudah bosan dijadikan pembenaran, argumen atas situasi manusia yang membuat rumit dan merusak dirinya sendiri. Bosan.
Karena "cinta" selalu saja bersahaja dan suci. Manusialah yang me-recokinya dengan keinginan, ambisi, ngotot, nafsu, dsbgnya.
*Tere Liye
Dikatakan atau tidak dikatakan, itu tetap cinta. Tidak akan berkurang walau sehelai nilainya.
*Tere Liye
Di tangan orang2 terpilih dan cemerlang: sakit hati membuatnya terus berkarya, bekerja keras, kongkret, berusaha menjadi lebih baik dari orang yang membuatnya sakit hati.
Di tangan orang2 tersudut dan kelam: sakit hati membuatnya terus menjelek-jelekkan, dengki, bila perlu mengeluarkan fitnah dan amarah membabi-buta.
Pilihan ada di tangan kita. Dilatih sejak remaja, hingga besok lusa, tiada situasi yang bisa merugikan kita sendiri.
*Tere Liye
Salah-satu ciri ketika kita sudah keras hati adalah: semua kebaikan orang dianggap dusta; semua penjelasan orang dianggap bohong.
Berhati-hatilah. Karena sungguh malang, ketika tiba di akhir, kita baru menyadari: justeru kita sendiri masalah terbesar kita selama ini.
*Tere Liye
Ketika kita melewati sebuah ujian, boleh jadi kita lulus secara bentuk, tapi hakikatnya tidak. Hanya yang terlihat di luar saja lulus, di dalamnya, yang lebih penting malah tidak.
Kita lulus ujian di sekolah misalnya, secara bentuk memang, tapi jika menyontek kita sejatinya gagal total, kita justeru sedang gagal di ujian paling hakiki.
Kita lulus, jadi PNS, polisi, karyawan, dll misalnya, secara bentuk memang lulus, tapi jika dgn menyuap, kita justeru gagal total dalam ujian kejujuran.
*Tere Liye
Ketika seseorang membuat kita menunggu, itu berarti ada hal lebih penting yang dia urus dibandingkan kita.
Selalu begitu.
Karena kalau kita memang penting, amat berharga, dia tidak akan pernah membiarkan kita menunggu. Dan sama, ketika kita merasa seseorang itu penting, kita juga tidak akan pernah membiarkan dia menunggu sedikit pun.
*Tere Liye
Nabi sendiri pernah menasehati: "Sambunglah (hubungan silaturahim) terhadap orang yang memutuskannya, berikanlah (sesuatu) kepada orang yang telah mengharamkannya untukmu dan ma’afkanlah orang yang telah menzalimi kamu.”
Aduh, sungguh tidak masuk akal jika kita bilang cinta pada Nabi, tapi setiap hari pekerjaan kita justeru mengajak orang2 memutus tali silaturahmi. Semoga di page ini tidak ada yang ikut-ikutan.
*Tere Liye
Hidup ini kadang tidak berjalan sesuai keinginan kita. Karena pengemudi hidup kita sejatinya bukan kita sendiri.
Tidak mengapa. Sepanjang kita tetap jujur, bekerja keras dan selalu kongkret, insya Allah, jalannya kembali lancar.
*Tere Liye
Menyakiti balik orang2 yang menyakiti kita boleh jadi memang memberikan rasa puas, kebahagiaan. Biar tahu rasa.
Tapi hakikat terbaik dari pembalasan justeru terletak saat kita bisa melakukannya, tapi kita memilih memaafkannya. Melupakannya.
Itu sungguh akan memberikan rasa puas, kebahagiaan yang lebih hakiki. Lebih menenteramkan.
*Tere Liye
Banyak di antara para pencinta yang mengucapkan kalimat "selamat tinggal" kepada seseorang/sesuatu yang bahkan sebelumnya tidak pernah disapa "selamat bertemu", tidak pernah bersama sama sekali, tidak pernah punya jalan cerita bersisian.
Perasaan itu kadang kejam sekali.
*Tere Liye
Hal yang sudah jelas dan pasti saja kadang berakhir menyakitkan. Apalagi yang tidak jelas dan tidak pasti. Tinggalkanlah. Bergegas. Ada banyak hal lebih penting yang harus segera diurus. Jangan habiskan waktu sia-sia.
*Tere Liye
Hukuman terbaik bagi penipu adalah: kita jujur padanya.
Hukuman terbaik bagi si pelit adalah: kita pemurah padanya.
Hukuman terbaik bagi si pembenci adalah: kita menghormatinya.
Dan hukuman terbaik bagi orang yang suka menjelek2an adalah: kita terus memperbaiki menjadi lebih baik darinya.
Percayalah, jurus2 ini sakti sekali.
*Tere Liye
Jika seseorang itu memang sungguh2 ingin tinggal, maka dia akan selalu punya alasan, meskipun sudah beribu alasan gagal. Dia akan menemukan alasan baik berikutnya.
Tapi sebaliknya, jika seseorang itu memang sudah ingin pergi, seribu alasan baik pun tidak akan berguna lagi. Dia tetap akan pergi.
*Tere Liye
Jangan menghina fisik dan wajah orang lain. Sungguh jangan. Mau bergurau, main-main, lucu-lucuan, atau ikut-ikutan, segera berhenti.
Menghina fisik orang lain (yang adalah given dari Allah, ciptaan Allah) sama persis seperti menghina yang menciptakannya. Pikirkanlah hal ini dengan baik.
*Tere Liye
Ada empat hal dari hakikat sebuah persaudaraan:
1. Memberikan nasehat yang baik
2. Menutupi aibnya
3. Memaafkan kesalahannya
4. Membantunya saat butuh pertolongan
Pegang erat empat hal ini, lebih khusus lagi soal aibnya. Ada hadist sahih menasehati, tutup aib saudara kita, agar Allah menutup aib kita dunia akherat.
*Tere Liye
Seorang guru pernah menasehati:
Semakin dalam sebuah sungai, maka permukaannya akan terlihat tenang. Tidak beriak walau se-mili. Tapi jangan coba2 loncat ke dalam sungai itu, kita bisa terkejut dengan betapa dalam dasarnya.
Sebaliknya, semakin dangkal sebuah sungai, airnya mengalir deras, berisik, bergemuruh, terpercik kemana-mana. Tapi dangkal saja, cuma sebetis kaki, langsung terlihat dasarnya.
Begitu juga manusia. Semakin dalam pengetahuannya, dia tenang mengagumkan. Semakin dangkal wawasannya, dia berisik amat mengganggu tiada banyak manfaatnya.
*Tere Liye
Yang ganteng2, yang cantik2, ingatlah selalu, makan dan minum pakai tangan kiri itu tidak ada keren-kerennya, kecuali kita punya keterbatasan, kalau hanya kidal, itu bisa diatasi.
Selalu gunakan tangan kanan. Karena Nabi kita menyuruh kita makan pakai tangan kanan. Seberapa taat kita bisa dilihat dari hal sesederhana ini.
*Tere Liye
Jadi jomblo itu kadang tidak mudah. Tidak pacaran, disangka nggak laku. Belum menikah, diduga penakut akut.
Nah, berikut tipsnya, kalau ada yang nanya hal beginian kalian jawab saja dengan mantap: "Ini sudah 2014, Om, Tante, Pakde, Bude, saya sudah besar. Saya tahu persis mau melakukan apa. Fokus sekolah. Serius kerja. Daripada menghabiskan waktu buat galau. Dan besok lusa insya Allah bakal ketemu jodohnya. Saya yakin banget soal itu."
*Tere Liye
Orang bawa bantal, belum tentu akan tidur. Orang bawa handuk, pun belum tentu bakal mandi. Orang yang bawa piring, juga belum pasti akan makan.
Di dunia ini banyak sekali yang sudah terlihat begitu, ternyata memang belum tentu akan begitu. Termasuk salahsatunya, orang2 yang perhatian sama kita, belum tentu memang suka, memang sayang sama kita. Mungkin saja dia memang perhatian dan baik ke semua orang, atau kitanya yang korslet, merasa GR duluan.
*Tere Liye
Tidak perlu terburu-buru. Apalagi dalam urusan perasaan. Karena jikalau itu memang spesial, menunggu lama sekalipun itu tetap berharga.
Tidak perlu cemas apalagi takut. Apalagi dalam urusan perasaan. Karena jikalau itu memang sejati, kita tidak akan cemas walau sesenti, sejauh apapun pergi, dia akan kembali.
*Tere Liye
Dulu, saya kira, masalah hidup kita itu harus dihabisi, diperangi, diusir jauh2. Dan kita berdiri gagah jadi pemenangnya. Sekarang, tidak lagi, saya akan memutuskan menyayangi, memeluk erat2 setiap masalah hidup ini.
Hidup ini bukan soal menang atau kalah. Hidup ini sungguh soal kebahagiaan dan ketentraman hati. Dan orang2 bahagia, bahkan bisa hidup damai bersama masalah hidupnya.
*nasehat orang tua
“Kau tahu, hakikat cinta adalah melepaskan. Semakin sejati ia, semakin tulus kau melepaskannya. Percayalah, jika memang itu cinta sejati kau, tidak peduli aral melintang, ia akan kembali sendiri padamu. Banyak sekali pecinta di dunia ini yang melupakan kebijaksanaan sesederhana itu. Malah sebaliknya, berbual bilang cinta, namun dia menggenggamnya erat-erat.”
–Tere Liye, novel ‘Eliana’
“Menunggu bukan pekerjaan sabar atau tidak sabar. Menunggu adalah pekerjaan bermanfaat atau tidak bermanfaat.
Menunggu bukan pekerjaan setia atau tidak setia. Menunggu adalah pekerjaan awal dan akhir prosesnya.
Siapa yang mengerti, akan berakhir dengan pribadi lebih baik,
meskipun yang dia tunggu tidak pernah datang kembali.”
— Tere Liye
“Kalau kita malas melakukan sesuatu, nggak mau, nggak niat, kita bisa punya 1.000 alasan.
Kalau kita semangat, niat, dan mau melakukan sesuatu, ajaibnya, ternyata kita kadang hanya butuh 1 alasan saja, bahkan boleh jadi tidak sama sekali.
Kabar baiknya, kita bisa memilih menjadi yang mana.”
— Tere Liye
“Seseorang yang kita lupakan, boleh jadi yang mengingat kita paling banyak”
"Seseorang yang kita sakiti, boleh jadi yang memikirkan kita paling sering"
*Tere Liye
“Rasa sakit yang timbul karena kejadian menyakitkan itu sementara. Pemahaman dan penerimaan tulus dari kejadian yang menyakitkan itu-lah yang abadi.”
— Tere Liye, novel ‘Rembulan Tenggelam Di Wajahmu’
'Pintu hati' itu tidak seperti pintu bendungan, yang kapanpun aman dibuka tutup, tidak merembes. Dalam urusan perasaan, sekali pintu hati dibiarkan terbuka, maka susah payah menutupnya kembali, tetap merembes, bahkan lubang bocornya jebol dimana2, membahayakan seluruh bendungan.
Maka, jika kita belum siap, belum niat serius, maka jangan suka membuka tutup pintu hati. Dan tentu saja, jangan mau digombalin oleh orang yg terbiasa sekali membuka tutup pintu hatinya, sudah kayak portal jalan, siapapun bisa melintas.
--Tere Liye
Menunggu seseorang yang ternyata tidak menunggu kita, itu sama saja seperti kita menunggu kereta lewat di halte bus.
Tidak akan lewat sampai kapan pun itu kereta.
Menyakitkan memang. Tapi hidup ini memang harus dihadapi dengan tegak nan gagah, bukan ngesot penuh keluh kesah.
* Darwis Tere Liye

Comments